Make your own free website on Tripod.com

Welcome Visit to YLSM Komopa

Tuntutan Warga Wamuni

Home
Visi dan Misi
Kronologis
Hak Ulayat
Kebijakan
Kantor Penghubung ylsm Paniai - Mimika
Surat warga Wamuni
Tuntutan Warga Wamuni
Batas-batas wilayah
Tuntutan Warga Wamuni
Surat Rekomendasi
Architecture Plan of YLSM Office
Photo Gallery
Pesan
Kontak Kami
Lembaran Media
Buku Tamu

ACARA PEMBUKAAN MUBES I IKAPPMA SE-INDONESIA, PAPUA JAYAPURA 29 OKTOBER 2005 DIBUKA OLEH GUBERNUR PROVINSI PAPUA YANG DIWAKILI OLEH DRS. ANDI BASO BASALENG, SEKDA PROVINSI PAPUA
Acara berlangsung dari pukul 12:00 sampai dengan pukul 12:30 WPB.

 

SAMBUTAN KETUA YLSM PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA BARAT KOMOPA PADA ACARA PEMBUKAAN MUBES I IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA DAN MASYARAKAT SUKU MEE AGADIDE IKAPPMA SE-INDONESIA, PAPUA

TANGGAL 29 OKTOBER 2005 DI JAYAPURA

Yth: Gubernur Provinsi Papua,  Para Pejabat Pemerintah.
Ketua Lembaga Masyarakat Pegunungan Tengah Papua
Kepala Suku Mee, Pengurus Pusat IKAPPMA Suku Mee,
Ketua Panitia MUBES I IKAPPMA se-Indonesia, Papua, undangan dan hadirin yang berbahagia.


"Salam sejahtera bagi kita sekalian"
 
      Pada kesempatan yang berbahagia ini mari kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas pertolonganNya kita dapat hadir dalam keadaan yang sehat dan walafiat untuk mengikuti Acara Pembukaan Mubes I IKAPPMA suku Mee Agadide se-Indonesia, Papua di Jayapura.

Hadirin sekalian yang saya banggakan,

      Pada mulanya, langit dan bumi serta segala isinya dicipatakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sekaligus dilengkapi dengan seperangkat aturan adat, batas-batas wilayah adat, sejarah adat asal-usul per marga, kepemimpinan adat dan bahasa daerah sebagai alat komunikasinya.

Hadirin yang berbahagia,

      Menyadari bahwa persatuan dan kesatuan antar marga dan suku-suku di Pegunungan Papua sudah sangat disayangkan sejak Amerika Serikat mulai menanamkan Modal Asing di Jakarta kepentingan operasi perusahaan raksasa kelas dunia PT. Freeport-McMoRan Copper & Gold di Tembagapura. Dari sejak itu (1967) mulai terjadi pelanggaran Hak-Hak Dasar Pribumi Papua Barat yang menghuni di sekitar areal konsesi PT. Freeport Indonesia. Batas wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Paniai, Mimika, dan Puncak Jaya juga telah dibengkokan oleh pemerintah Jakarta. Akhirnya pemilik hak ulayat atas areal konsesinya adalah hanya Suku Amungme dan Suku Kamoro saja yang telah diatur dan
diakui dalam kontrak karyanya. Hampir semua penerima beasiswa Freeport melalui LPMAK untuk suku Moni dan Suku Mee telah dihentikan.

      Karena Belanda, Amerika dan Indonesia punya kepentingan besar di Papua akibat kehadiran PT. Freeport, maka wilayah Papua Barat telah diserahkan sepihak kepada NKRI melalui PEPERA 1968-1969. Pernah terjadi peristiwa perlawan rakyat terhadap NKRI yang disebut PERISTIWA BERDARAH 69 DI PASIR PUTIH di bawah pimpinan Tuan Karel Gobay dan beberapa peristiwa berdarah lainnya yang terjadi di Pegunungan Tengah Papua Barat di bawah pimpinan Tuan Thadius Magay Yogi, Panglima Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) yang telah berakhir perlawanan secara kekerasan dan militer pada tahun 1996.

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, Paniai dn Puncak Jaya selama mereka memimpin dan melayani kepentingan rakyat mereka selalu berada di bawah perlindungan payung PT. Freeport dan Jakarta khususnya dalam hal penyelesaian persoalan TAPAL BATAS ADMINISTRASI PEMERINTAHAN dan kepemilikan SAHAM PT. FREEPORT BAGI MARGA PEMILIK LOKASI/DUSUN areal operasi kegiatan PT. Freeport di Tembagapura dan sekitarnya.

      Pelayanan aparatur Pemerintah Paniai terhadap rakyat di Paniai macet total. Mereka selalu menuduh dan menyatakan pada saat-saat pembagian beras JPS dan proses proposal bahwa bagi yang tidak puas dari hasil pembagian disarankan agar segera pergi menghubungi YLSM KOmopa nanti mereka yang melengkapi kekurangannya. Karena YLSM Komopa dinilai penghalang pembangunan di Pegunungan Tengah Papua Barat, Paniai.

      Kurang lebih 150 margaAsli Papua Barat yang ditempatkan oleh Tuhan Yang Maha Esa sendiri di sekitar areal konsesi PT. Freeport-McMoRan Copper & Gold yang berkantor pusat di Amerika Serikat, PT. Freeport Indonesia dan PT. Indonesia Freeport yang berkantor pusat di Jakarta.

      Gunung terkaya yang satu ini yakni Gunung Grasberg sebutan orang pendatang, Puya Pigu sebutan suku Moni, Dakato Omapa sebutan suku Mee dan Nemangkawi sebutan suku Amungme telah  ditempatkan di antara marga sebagai pemilik hak ulayat atas areal konsesi PT. Freeport baik marga-marga dari Suku Amungme yang menghuni di bagian Timur Gunung Grasberg-Danau Wanagon,
marga-marga dari Suku Moni yang menghuni di bagian Utara dan Selatan Gunung Grasberg-Danau Wanagon, marga-marga dari Suku Mee yang menghuni di bagian Barat Gunung Grasberg-Danau Wanagon.

      Berdasarkan sejarah adapt asal usul per marga Papua Barat di sekitar areal konsesi PT. Freeport Indonesia, suku Mee. Suku Moni, Suku Amungme, Suku Kamoro, dan Suku Wolani di sekitar areal konsesi PT. Freeport terdekat adalah Stinga, Hoya, Mimika, Bouwobado, Kali Yawei, Ogiyaidimida, Siriwo, Maniwo, Tomosiga, Agisiga, Gunung Gergaji menuju Stinga-Hoya wilayah adatnya adalah MILIK MARGA, BUKAN MILIK SUKU DAN NEGARA.

      Karena manusia telah diberikan AKAL BUDI oleh Tuhan Yang Maha Esa, maka setiap marga di Pegunungan Tengah Papua Barat memberi nama lereng-lereng, perbukitan, gunung-gunung, lembah-lembah, kali atau sungai dan danau, dan menyebutny dalam  bahasa daerah yang dipergunakan oleh marga sesuai dengan penempatan marga itu sendiri dimanapun mereka berada.

      Masyarakat Pegunungan Tengah Papua Barat telah diberi AKAL BUDI dan ditempatkan diatas tanah adatnya yang kaya kekayaan alamnya menjadi Tuan di Negeri sendiri dimana di Negeri yang tercinta ini diperhadapkan dengan situasi dan kondisi PERAWAN bagi Sumber Daya alam yang terkandung di dalamnya dan RAWAN bagi nasib hidup Pribumi Papua Barat Asli sebagai pemilik Hak Ulayat dari sasaran daerah Operasi Militer (DOM) karena kepentingan ekonomi dan politik para pendatang di Papua Barat yang sangat besar.

      Pembiaran perhatian Pemerintah Kabupaten Paniai dan Nabire terhadap kegiatan pendulangan emas liar yang dilakukan kaum pendatang dari berbagai suku di sepanjang kali Degeuwodide atau kali Kemabu yang keluar dari arah Utara Gunung Grasberg dan Danau Wanagon areal operasi PT. Freeport Indonesia di Tembagapura. Kegiatan ekplorasi PT. NBM yang berkantor di Nabire, PT. MSI yang berkantor di Timika secara besar-besaran atas sponsor PT. Freeport-McMoRan melalui Departemen Eksplorasi PT. Freeport Indonesia di Tembagapura tanpa koordinasi dengan marga pemilik Hak Ulayat atas lokasi sasaran eksplorasi,namun sampai saat ini masyarakat belum mendapatkan laporan hasil perkembangan dari kegiatan yang telah dilakukan. Penanganan Pembangkit Listrik Tenaga Air Masyarakat (PLTAM) Komopa juga telah dan sedang ditangani sepenuhnya oleh pemerintahan Distrik Agadide bekerjasama dengan aparat keamanan. Pemilik dusun dan Air dari kali Wai menjadi kecewa berat.

Hadirin, para Pelajar, dan Mahasiswa yang saya banggakan,

      Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa perlu menenpatkan diri di posisi yang netral dalam menghadapi semua persoalan di Papua Barat. Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa merupakan asset masa depan bangsa yang perlu ditingkatkan peranannya dalam pengembangan yang konstruktif, agar di hari esok tampil sebagai Duta-Duta Pembangun, Penggerak dan Pendorong dalam pembangunan baik di tingkat local maupun nasional untuk menjawab tantangan jaman terutama di era globalisasi ini.

      Selaku pimpinan YLSM Pegunungan Tengah Papua Barat yang berkantor pusat di distrik Komopa, Paniai, saya menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Pemuda, Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Suku Mee Agadide di Pegunungan Tengah Papua Barat, yang telah menunjukan peran dan tanggung jawabnya dalam mewujudkan penelenggaraan Mubes I yang bertaraf Nasional ini. Saya berharap dari kegiatan Mubes ini membawa hasil yang berguna bagi Suku Mee ke depan dan putera-putri Pegunungan Tengah Papua pada umumnya. Tak lama lagi kita akan sukseskan PILKADA Gubernur – Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2005-2010. Mari kita seukseskan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang mampu menyelamatkan masa depan nasib hidup rakyat Papua Barat Asli khususnya dan pada umumpnya seluruh rakyat Papua.

      Untuk itu kepada seluruh peserta Mubes I dan seluruh warga Suku Mee yang ada di Papua khususnya dari Pegunungan Tengah dan Pemerintah Provinsi Papua, saya berharap agar menjaga persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai Adat, nilai-nilai HAM, nilai-nilai Hukum dan nilai-nilai Demokrasi demi kestabilan daerah dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab masing-masing.

      Dalam rangka memperkaya program kaderisasi putra-putri Papua khususnya di Pegunungan Tengah Papua dengan latar belakang pendapatan orang tua yang masih minim untuk menyelesaikan study mereka, maka dengan ini kami memberikan rekomendasi kehadapan Bapak Gubernur Provinsi Papua agar segera memperhatikan ASRAMA PUTRA-PUTRI yang akan dihuni oleh anak-anak pelajar mahasiswa asal Distrik Agadide, Bogobaida dan Ekadide dimana IKAPPMA berbasis ke depan.

      Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini.

      Akhirnya dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Mubes I Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa dan Masyarakat Suku Mee Agadide IKAPPMA se-Indonesia, dengan resmi akan dibuka dan diagendakan di agenda Negara oleh Gubernur Provinsi Papua, Dr. J. P. SOLOSSA, Drs, M. Si.

Sekian dan terima kasih.
Tuhan, Ugatame, Katotobapa memberkati.

Yayasan Lembaga Swadaya Masyarakat (YLSM)
Pegunungan Tengah Papua Barat Kabupaten Paniai, Komopa

Itawadimee Servius Kedepa
Ketua Umum YLSM000001

About this ylsmkomopa website
Contact Us